Perbedaan Program Magang (Kenshusei) dan SSW di Jepang
Banyak calon peserta bingung memilih antara program magang dan SSW. Kenali perbedaan keduanya agar bisa menentukan jalur yang paling sesuai.
Bagi yang tertarik bekerja di Jepang, dua istilah yang paling sering muncul adalah program magang (Kenshusei/Technical Intern Training Program) dan SSW (Specified Skilled Worker). Meski sama-sama membuka jalur kerja ke Jepang, keduanya memiliki perbedaan mendasar.
Status dan Tujuan Program
Program magang dirancang sebagai transfer keterampilan dan teknologi, sehingga status pesertanya adalah "peserta pelatihan", bukan pekerja penuh. Sementara itu, SSW memberikan status pekerja penuh dengan hak dan kewajiban yang setara dengan pekerja Jepang di posisi serupa.
Durasi Program
Program magang umumnya berlangsung 1-3 tahun tergantung jenjangnya, sedangkan SSW tipe 1 dapat berlangsung hingga 5 tahun dan berpotensi lanjut ke SSW tipe 2 tanpa batas waktu tertentu bagi yang memenuhi kualifikasi.
Gaji dan Tunjangan
Peserta magang menerima tunjangan pelatihan yang besarannya diatur sesuai standar program, sementara peserta SSW menerima gaji penuh setara pekerja lokal Jepang di posisi dan sektor yang sama.
Jalur Alih Status
Salah satu keuntungan besar adalah peserta magang yang telah menyelesaikan program dengan baik berpeluang beralih status ke SSW tanpa perlu mengulang dari awal, asalkan sektor kerjanya sesuai dan lulus ujian yang disyaratkan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Jika ingin memulai karir di Jepang dengan cepat meski belum memiliki sertifikat keterampilan formal, program magang bisa menjadi batu loncatan. Namun jika sudah memiliki sertifikat kompetensi dan kemampuan bahasa yang memadai, mendaftar langsung ke jalur SSW akan lebih menguntungkan dari sisi gaji dan status kerja.
Tim konsultan PT Mitra Berkah Global dapat membantu menentukan jalur mana yang paling sesuai dengan latar belakang dan tujuan karir Anda.
Tertarik Meningkatkan Karir?
Daftar program pelatihan kami dan raih karir impian Anda.
